Narasi Video Konyol: "Petaka Nasi Goreng Tengah Malam"

Narasi Video Konyol: "Petaka Nasi Goreng Tengah Malam"


Suatu malam yang tenang… terlalu tenang.
Jam menunjukkan pukul 11:47 malam, dan di kamar kos sempit berukuran 3x3 meter, Bowo sedang rebahan sambil scroll TikTok.
Perutnya tiba-tiba keroncongan keras, sampai-sampai kucing kosan di luar menatap dengan tatapan “lu lapar juga, bang?”

Bowo mencoba menahan lapar dengan meneguk air putih.
Tapi air putih rasanya kayak air putih. Tidak membantu sama sekali.
Ia lalu menghela napas panjang, menatap langit-langit, dan berkata dalam hati:

> “Tuhan, kenapa mie instan di dapur terasa memanggil-manggil?”



Dengan langkah gontai dan mata sayu, Bowo pun berjalan menuju dapur bersama sandal jepit bolongnya.
Tapi begitu membuka rak makanan, tragedi dimulai.
Stok mie instan habis.
Yang tersisa hanya beras satu genggam, kecap hampir habis, dan telur yang udah expired dua hari.

Namun, dalam keputusasaan, lahirlah kreativitas.
Bowo memutuskan:

> “Nasi goreng tengah malam! Versi hemat, edisi darurat, rasa... semoga gak menyesal.”



Ia mulai memasak dengan semangat yang setengah ngantuk.
Pertama, ia nyalakan kompor—eh, gasnya abis.
Ia panik. Lalu menepuk-nepuk tabung gas sambil berkata,

> “Ayo dong, masih ada dikit, kan? Sisa-sisa masa lalu gitu…”



Setelah mengguncang-guncang tabung sampai bunyi “klek-klek” kayak marakas, ia coba nyalakan lagi.
Ajaib, hidup!
“YES!” teriak Bowo, saking senangnya sampai wajan hampir jatuh.

Dia tuang minyak.
Lalu pecah telur — byarrr! — tapi telur itu menatap balik.
Bau-nya… aneh.
Bowo menatapnya lama.

> “Kayaknya masih bisa dimakan deh, asal gak diliatin.”



Ia goreng juga.
Lalu masukkan nasi dingin dari kulkas.
Saking kerasnya nasi itu, bunyinya kayak batu dilempar ke wajan: TAP! TAP! TAP!

Bowo menabur kecap. Tapi karena botolnya kosong, dia tiup-tiup ujungnya.
Kecap keluar—satu tetes.
Satu tetes yang penuh perjuangan dan doa.

Akhirnya, setelah 10 menit penuh penderitaan, jadilah nasi goreng paling tidak meyakinkan di dunia.
Warnanya pucat, baunya campuran gosong dan sedih, tapi perut lapar tak bisa diajak logika.
Bowo duduk, menatap hasil karya, lalu berkata,

> “Demi hidup hemat, aku rela makan apapun, asal jangan mantan.”



Ia suap satu sendok pertama.
Hening.
Tidak enak. Tapi juga… tidak mati.
Jadi dia lanjut.
Sampai suapan ketiga—dan tiba-tiba KRAK!
Bowo berhenti.
Itu bukan tekstur renyah… tapi batu nasi yang belum mencair dari kulkas.

Dengan air mata berlinang antara sedih dan geli, Bowo lanjut makan sambil berkata,

> “Kamu gak enak, tapi kamu perjuangan.”



Setelah selesai makan, ia beranjak ke kamar, tapi tragedi belum selesai.
Kompor belum dimatikan.
Asap mulai mengepul.
Ia kembali berlari dengan gaya slow motion, sandal copot satu, wajan hampir jatuh, dan suara kucing menjerit di belakang.
Semuanya kacau.

Namun berkat reflek cepatnya (dan sedikit nasib baik), Bowo berhasil mematikan kompor.
Ia menatap wajan gosongnya yang sudah menyerah.
Lalu menatap kamera, tersenyum lelah, dan berkata:

> “Dan inilah kenapa kita harus beli mie instan sebelum tengah malam.”




---

Transisi:
Cut ke adegan berikutnya — pagi harinya.
Bowo bangun dengan wajah lesu, perut kembung, dan dapur seperti habis perang.
Temannya datang, teriak:

> “WOI, LU MASAK APA SEMALAM? BAUNYA MASIH ADA!”



Bowo dengan polos menjawab:

> “Cinta dan penyesalan, bro…”



Temannya langsung ngakak, lalu membuka panci di meja.
Isi panci itu adalah nasi goreng yang tersisa—dan di tengahnya, telur setengah gosong berbentuk hati.
Mereka berdua saling pandang, lalu tertawa ngakak sejadi-jadinya.

Suara narrator masuk:
🎙️ “Kadang hidup gak butuh logika. Butuh keberanian buat makan hasil masakan sendiri.”

Bowo menatap kamera, ngasih pesan terakhir:

> “Kalau lapar tengah malam, jangan nekat masak. Order aja. Lebih aman, lebih enak, dan gak berujung gosong.”



Outro musik konyol masuk, Bowo tiba-tiba batuk karena kecapnya masih nyangkut di sendok.
Akhir video ditutup dengan freeze frame wajahnya yang absurd — sambil muncul tulisan:

> “Nasi Goreng Tengah Malam: The Real Survival Mode.”

Related Posts

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Lucu Saat Menghadapi Bos Galak

Cerita Lucu Pacar Pintar, Pasangan Bikin Pusing

Video Lucu Buatan AI: “Kucing Lagi Nyuci Piring”